Mengaji dan Bersholawat dalam Peringatan Dies Natalis ke-38 SMPN 1 Kedungpring.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
"Membaca tanpa memikirkannya ibarat makan tanpa mengunyah". (Edmund Burke)

SnekingOneNews – Pada hari Rabu (10/11/12) kemarin, SMPN 1 Kedungpring menggelar kegiatan Dies Natalis yang ke-38.  Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati awal berdirinya sekolah yang menurut SK pendirian adalah tertanggal 7 Nopember 1983. Mengingat tanggal 7 adalah bertepatan dengan hari minggu atau hari libur sehingga praktis kegiatannya diundur dan dibarengkan dengan pelaksanaan hari Pahlawan dan Bulan Bahasa.

Kegiatan ini diselenggarakan kedua kalinya dalam kepemimpinan ibu Sri Wahjuni yang merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai kepala sekolah di SMPN 1 Kedungpring. Sebelum-sebelumnya kegiatan ini belum pernah dilakukan. Menurut beliau hal ini sangat penting dilakukan agar semua warga sekolah mengetahui sejarah berdirinya sekolah ini.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan kegiatan kali ini dikemas dengan mengaji dan bersholawat dengan mengundang grup hadrah dari Tlanak dan KH. Ibrohim dari desa banan kec. Babat sebagai penceramahnya. Seluruh kelas yang dikoordinir oleh wali kelasnya masing-masing juga turut berpartisipasi dengan membawa tumpeng.

Adapun urutan acaranya yaitu diawali dengan pembacaan sholawat nabi, sambutan dari kepala sekolah sekaligus membacakan teks pidato hari pahlawan dari menteri sosial, pembacaan pemenang lomba, penampilan juara lomba, pengajian, do’a, dan terakhir adalah tasyakuran dengan memakan tumpeng bersama-sama.

Sebagai pembuka, salah satu tim ekskul broadcasting ditunjuk sebagai MC acara tersebut yang juga merupakan penampilan perdana mereka tampil di depan publik. Mereka ditunjuk tidak lain agar bisa lebih percaya diri dan menjadi terbiasa. Penampilan anak-anak Ekskul binaan ibu Dra. Sunistyowati ini rupanya tidak mengecewakan.

Luar biasa, itulah yang bisa dirasakan pagi itu. Antusiasme yang tinggi dari warga sekolah dalam kegiatan tersebut bisa diacungi jempol. Semuanya hadir termasuk ibu-ibu dharma wanita. Kekompakan terlihat dari busana yang dipakainya. Baik guru maupun siswa, semuanya mengenakan busana muslim warna putih, sehingga terlihat sangat bagus dipandang. Meskipun ditengah terik matahari, kedisiplinan siswa masih terlihat. Tidak ada satupun yang beranjak keluar dari lapangan. Hanya satu dua yang pergi ke kamar kecil.

Hampir seluruh bacaan sholawat nabi yang dilantunkan oleh ust. Wachid dkk bisa ditirukan dengan baik oleh seluruh siswa. Hal ini dikarenakan sholawat yang dilantunkan terbilang cukup populer di telinga anak muda maupun dewasa.

Kekhidmatan pun berlanjut ketika bunda Sri Wahjuni tampil beberapa menit untuk memberikan sambutan. Beberapa poin penting yang disampaikan beliau adalah pentingnya bacaan sholawat, mengetahui sejarah sekolah, dan bagaimana wujud syukur yang baik dalam merayakan ulang tahun sesuai yang dianjurkan agama.

Selang beberapa menit kemudian, acara dilanjutkan dengan ceramah kebangsaan oleh KH. Ibrohim. Adapun tema yang diusung adalah kepahlawanan. Dalam ceramahnya, beliau mengawali dengan menceritakan sejarah tentang perjuangan dalam meraih kemerdekaan ini tidak lepas dari peran ulama termasuk juga pada saat perang 10 Nopember 1945 di Surabaya, peran ulama begitu penting dalam mengusir penjajah dari muka bumi pertiwi. Selain itu beliau juga menyampaikan pentingnya menghormati orang tua dan guru yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Dalam menyampaikan ceramahnya, beliau sangat tahu persis kondisi audiensnya adalah siswa. Sesekali diselingi dengan menyanyi dan guyonan sehingga siswa tidak terasa jemu dan terus menyimak apa yang disampaikan penceramah dan jalannya acara tetap bisa berjalan dengan baik dan masih terasa kekhidmatannya.

Setelah ceramah berakhir, bapak edi suprapto kemudian ditunjuk untuk membacakan do’a sebagai penutup acara inti. Usai acara inti berakhir, kegiatan pun dilanjutkan dengan makan tumpeng bersama wali kelas masing-masing di halaman lapangan. Keceriaan dan kegembiraan terlihat dari para siswa maupun guru yang ada disana.

Alhamdulillah kegiatan memperingati dies natalies atau milad ke-38 yang dikemas dengan mengaji dan sholawatan ini bisa membawa berkah bagi seluruh warga SMPN 1 Kedungpring kedepannya. (afh)

Dokumentasi Kegiatan :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Leave a Replay

About Me

SMP Negeri 1 Kedungpring merupakan sekolah yang bisa beradaptasi dengan cepat mengikuti perkembangan jaman. Banyak prestasi yang sudah ditorehkan mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.

Recent Posts

Profil Bahrun Amiq

Launching Sekolah Digital

Sign up for our Newsletter

masukkan alamat email untuk mendapatkan informasi terbaru dari kami.

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: