Keseruan di Hari Pertama Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pencasila (P5) di SMPN 1 Kedungpring

"Membaca tanpa memikirkannya ibarat makan tanpa mengunyah". (Edmund Burke)

snekingonenews – Kurikulum merdeka yang dicanangkan oleh pemerintah ini mulai dilaksanakan di SMPN 1 Kedungpring sejak awal tahun ajaran baru 2022/2023 tepatnya tanggal 18 Juli 2022 yang lalu. Pelaksanaannya dimulai dari siswa baru kelas 7. Berbagai persiapan sudah dilakukan di lembaga kami dalam menyambut kurikulum merdeka yaitu mulai dari belajar mandiri melalui platform merdeka mengajar, mengikuti berbagai pelatihan secara daring maupun luring dengan harapan agar guru-guru calon pengajar kelas 7 sudah siap ketika menerapkan kurikulum ini.

Dalam struktur kurikulum merdeka ini, ada pembelajaran intrakurikuler yang merupakan pembelajaran reguler dan kokurikuler yang berupa projek penguatan profil pelajar Pancasila atau disingkat P5 dan yang pembelajarannya sendiri menggunakan pendekatan project based learning.

Dalam kegiatan P5 ini, kepala sekolah menunjuk empat koordinator projek yang membawahi 2-3 kelas. Sedangkan untuk fasilitator kelasnya, masing-masing terdiri dari dua guru. Mengingat jumlah rombel kelas VII tahun ini sebanyak 10 kelas, sehingga totalnya ada 20 guru yang ditunjuk sebagai fasilitator. Projek pertama ini di desain selama dua Minggu dan jumlah jam tatap muka perharinya adalah 8 JP. Aktivitas yang dilakukan lebih banyak berpusat pada peserta didik dan guru bertugas sebagai fasilitator serta untuk mengarahkan kegiatan. Adapun bahan referensi peserta didik yaitu dari buku-buku di perpustakaan dan internet. Dalam melakukan pencarian referensi, peserta didik bisa menggunakan smartphone pribadi, chromebook dari sekolah, SMART TV yang terpasang di kelas, komputer di laboratorium komputer dengan koneksi internet yang tersedia di ruang kelas atau di area sekolah.

Adapun tema yang diusung dalam projek pertama ini yaitu “Suara Demokrasi” dengan judul “demokrasi saberjawab”. Judul ini merupakan gagasan asli dari kepala sekolah yang merupakan singkatan dari demokrasi disekolahku yang santun dan bertanggung jawab. Pada hari pertama ini kegiatan diawali dengan sholat Dhuha berjamaah dan dilanjutkan dengan sosialisasi P5 oleh kepala sekolah di Musholla dengan durasi dua jam pertemuan. Pada saat sosialisasi, Sri Wahjuni, S.Pd., M.Pd yang merupakan Kepala SMPN 1 Kedungpring ini menjelaskan secara detil tentang projek yang akan dilakoni peserta didik selama dua minggu kedepan. Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang tema yang diusung dengan sekaligus memberikan contoh praktik baik bagi para fasilitator yang akan mendampingi peserta didiknya. Dengan gayanya yang khas, beliau bisa membawa suasana diruangan tersebut menjadi lebih hidup. Beberapa kali beliau memberikan pertanyaan, terlihat antusias dari peserta didik untuk berlomba-lomba maju kedepan seketika itu juga untuk menjawab pertanyaan beliau.

Usai memberikan sosialisasi, siswa disuruh beristirahat sebentar dan kepala sekolah mengajak rapat sebentar untuk memberikan pengarahan serta membuka ruang diskusi kepada koordinator projek dan para fasilitator agar dalam pelaksanaan projek bisa berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan. Beliau menyampaikan bahwasanya 8 JP tatap muka sehari itu sangat lama dan jika suasana dalam kelas monoton akan membuat bosan peserta didik dan akibatnya tidak bisa mengikuti alur yang sudah direncanakan. Oleh karena itu, beliau berharap agar suasana dikelas dibuat lebih hidup dan menyenangkan.

Hasil dari rapat singkat tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh koordinator projek dan para fasilitator dengan mendesain aktivitas tambahan agar suasana dikelas tidak membosankan seperti ditambahkan permainan edukatif, ice breaking, dsb. Pukul 11.00 wib, koordinator projek berkumpul untuk mulai mendesain aktivitas dihari berikutnya, sedangkan fasilitator menuju ke kelasnya masing-masing.

Aktivitas kedua pada pertemuan pertama ini, peserta didik diberi waktu selama satu jam untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepala sekolah sebelumnya yang berupa asesmen awal atau diagnostik. Usai menyelesaikan asesmen awal, fasilitator melanjutkan dengan membentuk kelompok yang terdiri dari 4-6 siswa per kelompok. Setelah itu masing-masing kelompok diberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan demokrasi dan jawabannya kemudian didiskusikan dalam satu kelompok dan dipresentasikan kedepan.

Dalam kegiatan awal ini, rata-rata peserta didik belum paham tata cara diskusi yang baik, sehingga fasilitator perlu menjelaskan tata cara dan etika selama diskusi, termasuk juga menjelaskan peran dari panelis, notulen, dan moderator. Setelah kegiatan diskusi selesai, seluruh peserta didik membuat laporan hasil pekerjaannya ditulis di buku tulisnya masing-masing dan besoknya disalin di lembar folio bergaris untuk dikumpulkan ke fasilitator.

Usai aktivitas diskusi, masih ada sisa waktu kurang lebih 1-2 jp dimanfaatkan fasilitator untuk melanjutkan aktivitas berikutnya yaitu melakukan praktik demokrasi dikelas dengan simulasi pemilihan ketua kelas. Masing-masing kelompok diminta untuk berdiskusi selanjutnya menunjuk satu anggotanya untuk maju kedepan menyampaikan visi-misi serta bercerita praktik demokrasi dikelas yang kemudian dikomentari anggota kelompok lainnya.

Dari hasil pengamatan dihari pertama ini, ada beberapa kelas yang belum bisa menuntaskan aktivitasnya, mengingat kemampuan peserta didik yang beragam, sehingga koordinator projek mempersilahkan untuk melanjutkan dikeesokan harinya. Setelah bel tanda pulang berbunyi, peserta didik tidak pulang terlebih dahulu, melainkan mengikuti aktivitas sholat Ashar berjamaah seperti sebelumnya. Kemudian para koordinator projek bersama fasilitator mengkoreksi hasil asesmen awal dari peserta didik yang mana hasil asesmen ini nantinya digunakan untuk memetakan kemampuannya. (afh)

Dokumentasi Video:

Hari pertama pelaksanaan P5 “Suara Demokrasi” di SMPN 1 Kedungpring

Dokumentasi Foto:

Pengarahan Kepala Sekolah
Pengarahan Kepala Sekolah
Pengarahan Kepala Sekolah
Sosialisasi Kepala Sekolah tentang P5
Sosialisasi Kepala Sekolah tentang P5
Sosialisasi Kepala Sekolah tentang P5
Aktivitas dikelas
Aktivitas dikelas
Aktivitas dikelas
Aktivitas dikelas
Aktivitas dikelas
Aktivitas dikelas
Aktivitas dikelas
Aktivitas dikelas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a Replay

About Me

SMP Negeri 1 Kedungpring merupakan sekolah yang bisa beradaptasi dengan cepat mengikuti perkembangan jaman. Banyak prestasi yang sudah ditorehkan mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.

Recent Posts

Profil Bahrun Amiq

Launching Sekolah Digital

Sign up for our Newsletter

masukkan alamat email untuk mendapatkan informasi terbaru dari kami.

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: