Persiapan Menjelang Awal Semester Genap TP. 2020/2021

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
"Membaca tanpa memikirkannya ibarat makan tanpa mengunyah". (Edmund Burke)

SnekingOneNews – Melihat perkembangan kasus Covid yang belum mereda, membuat pihak sekolah  menyelenggarakan kembali pembelajaran jarak jauh atau KBM secara daring. Padahal rencana semester genap menggelar tatap muka secara terbatas ini sudah siap baik dari segi administrasi maupun persiapan penerapan protokol kesehatan. Namun mengingat kondisi yang masih belum memungkinkan dan mempertimbangkan kesehatan warga sekolah pasca liburan, akhirnya pihak sekolah membuat keputusan tersebut.

Keputusan pemberlakuan PJJ ini merupakan hasil keputusan bersama yang disepakati oleh seluruh kepala SMP negeri melalui rapat MKKS yang diselenggarakan secara mendadak pada hari Jumat tanggal 1 Januari 2021 yang lalu. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir resiko penyebaran virus covid di lingkungan sekolah pasca liburan semester ganjil. Pemberlakuan PJJ jenjang SMP di kabupaten Lamongan ini disepakati mulai tanggal 4 sampai dengan 16 Januari 2021 dan selanjutnya sambil melihat perkembangan status zona diwilayah masing-masing. Selain itu upaya lain yang harus dilakukan oleh pihak sekolah diantaranya adalah dengan mengadakan rapid test untuk seluruh guru dan staf karyawan dilingkungan sekolah masing-masing dengan tujuan untuk pendeteksian dini masing-masing personel.

Hasil dari keputusan rapat MKKS tersebut selanjutnya disampaikan kepada seluruh dewan guru melalui rapat dinas yang diselenggarakan pada hari Senin 4 Januari 2021. Dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah menghimbau kepada seluruh bawahannya agar lebih waspada dan berhati-hati serta selalu mengikuti protokol kesehatan untuk menghindari virus corona yang saat ini bermutasi menjadi lebih ganas. Kehadiran dewan guru pada rapat dinas tadi pagi terlihat sedikit berbeda dengan biasanya, tidak semua guru hadir dalam pertemuan tersebut. Beberapa yang tinggal didaerah kota atau yang usai berlibur keluar kota sementara tidak diijinkan untuk masuk dengan alasan demi keamanan dan keselamatan bersama.

Usai memberikan pengantar, Kepala Sekolah melanjutkan dengan menyampaikan agenda rapat diantaranya adalah pengimbasan hasil rakor MKKS yang berisi tentang persiapan KBM tatap muka dan PJJ, informasi tentang penilaian kinerja kepala sekolah (PKKS), persiapan asesmen nasional, dan himbauan untuk melakukan rapid test di wilayah kerja masing-masing.

Selain membahas tentang rencana rapid test, beliau juga menyampaikan rencana tindak lanjut hasil dari kegiatan workshop pembelajaran daring di masa pandemi di Solo beberapa waktu lalu yang kebetulan diundang secara khusus bersama Kabid Pendidikan SMP mewakili lamongan. Pada saat disana beliau juga mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim meskipun secara virtual. Dalam percakapannya dengan mas Menteri, Bunda Yuni dalam presentasinya selain membawakan nama Lamongan secara umum, beliau juga menyampaikan keberhasilannya membawa nama SMPN 1 Kedungpring ditingkat nasional yang dalam hal ini adalah menjadi perpustakaan teraktif tingkat nasional, sekolah Adiwiyata tingkat provinsi, serta merintis kelas digital semenjak belum adanya pandemi Covid 19. keberhasilannya membudayakan TIK pada warga sekolah dan kesiapannya dalam menghadapi pandemi ini membuat kagum serta membuat penasaran mas menteri letak lokasi sekolah. Setelah mencoba melihat secara dekat letak sekolah melalui peta google, beliau kaget ternyata sekolahnya jauh dari kota. Menurut beliau, ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah yang lain bahwasanya sekolah yang jauh dari perkotaan pun bisa menjadi maju dan hebat.
Usai menceritakan oleh-oleh yang didapat dari Solo, bunda Yuni selaku kepala sekolah menghimbau kepada seluruh bawahannya untuk mempertahankan prestasi yang sudah diraih bersama-sama dan terus meningkatkan kemampuannya dibidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta berbudaya TIK dalam segala hal khususnya dalam mengajar dan administrasi, karena beliau memiliki keyakinan yang cukup tinggi bahwa SMPN 1 Kedungpring kedepan bisa menjadi sekolah berbasis digital dan menjadi sekolah penggerak khususnya pada bidang IT di kabupaten Lamongan terlebih SDM didalamnya juga banyak yang mumpuni.Agenda lain selain menyampaikan beberapa hal diatas yaitu persiapan PJJ selama dua minggu kedepan. Beliau mengharapkan agar dalam pelaksanaan PJJ ini seluruh dewan guru mampu memberikan pelayanan terbaiknya kepada seluruh siswa dan membuat laporan secara online usai melaksanakan kegiatan PJJ.
Dalam rencana PJJ selama 2 minggu kedepan ini, pihak kurikulum mendesain jadwal pelajaran dibuat 2 mapel per harinya dan dimulai senin sampai dengan sabtu. Jamnya pun dibuat tidak terlalu lama yaitu berdurasi 75 menit per mapel. Setiap paginya mulai pukul 6.30 sampai dengan 7.15, siswa diwajibkan untuk melakukan absensi di grup kelas masing-masing dipandu wali kelas dan guru BK. Setelah itu dilanjutkan oleh Guru mapel untuk menyampaikan materinya melalui grup mapel yang diampunya. (afh)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a Replay

About Me

SMP Negeri 1 Kedungpring merupakan sekolah yang bisa beradaptasi dengan cepat mengikuti perkembangan jaman. Banyak prestasi yang sudah ditorehkan mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.

Recent Posts

Profil Bahrun Amiq

Launching Sekolah Digital

Sign up for our Newsletter

masukkan alamat email untuk mendapatkan informasi terbaru dari kami.

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: