Mewujudkan “Sneking One Digischool”

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
"Membaca tanpa memikirkannya ibarat makan tanpa mengunyah". (Edmund Burke)

SnekingOneNews – Pemenuhan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan KBM di SMPN 1 Kedungpring terus dilakukan secara bertahap. Adapun yang diprioritaskan saat ini adalah pengembangan sekolah ke arah teknologi digital dan memfungsikan kembali laboratorium bahasa yang sempat vakum karena beberapa tahun terakhir ini peralatannya sudah mulai banyak yang rusak dan perlu diperbarui semua. Setelah itu baru merambah ke sarana prasarana yang lain sesuai kebutuhan tiap-tiap mapel termasuk peralatan praktek dan pendukung kegiatan ekstrakurikuler.

Alhamdulillah sejak hari sabtu (24/10/2020) yang sudah dimulai instalasi secara bertahap mulai dari pemasangan alat kontrol di meja siswa, instalasi listrik, dan dilanjutkan dengan instalasi PC server yang difungsikan sebagai pengontrol siswa. Tim instalasi memperkirakan sekitar 5-6 hari kedepan, laboratorium bahasa sudah bisa difungsikan kembali untuk kegiatan praktik siswa. Bunda mengharapkan semua guru bahasa Inggris, Indonesia, Arab, dan Jawa bisa memanfaatkan dengan baik laboratorium tersebut untuk menambah ketrampilan siswa dan untuk persiapan perlombaan.

Selain pemfungsian kembali laboratorium bahasa, upaya lain yang tidak kalah pentingnya yaitu pemenuhan SMART TV dan pemasangan Access Point atau dengan istilah umumnya yaitu “hotspot” di setiap kelas guna mendukung kegiatan belajar mengajar berbasis digital. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya dalam mewujudkan “SMPN 1 Kedungpring menuju sekolah digital”, yang mana di era pembelajaran abad 21 ini teknologi digital sudah mendominasi. Perlahan teknologi LCD proyektor yang biasa dipakai Bapak/Ibu guru di SMPN 1 Kedungpring sebagai media dalam mengajar sudah mulai digantikan dengan SMART TV karena pertimbangan fitur dan kegunaannya yang bisa dipakai untuk banyak hal. Fitur WiFi yang sudah ada dalam perangkat tersebut, bisa langsung digunakan untuk mengakses internet melalui access point yang dipasang di tiap-tiap kelas. Sehingga ketika guru akan menjelaskan materi berupa video pembelajaran yang sudah diunggah ke You Tube, maka guru tersebut bisa langsung membuka aplikasi YouTube tanpa harus terkoneksi ke HP atau Notebook. SMART TV yang pasang di kelas-kelas berukuran 50 inch yang mana sudah bisa menjangkau dalam 1 ruangan yang berisi 32 siswa.

Guna mendukung itu semua, maka diperlukan upgrade peralatan seperti router, perbaikan infrastruktur jaringan, serta penambahan bandwidth internet yang lebih tinggi agar seluruh warga sekolah bisa mengakses internet dengan lancar tanpa mengalami hambatan. Serta agar pada kegiatan Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang sebentar lagi akan diujikan pada siswa kelas 8 bisa berjalan lancar, mengingat pelaksanaannya full online. Bunda Yuni berharap, semua guru bisa memanfaatkan fasilitas itu dengan baik dan penuh tanggung jawab, lebih produktif, kreatif dan inovatif sehingga kegiatan PBM berbasis digital bisa dilakukan secara maksimal.

Pada hari selasa (27/10/2020) pagi kemarin, guru TIK bersama tim teknisi sekolah berkolaborasi untuk menjajal serta mengeksplorasi seluruh fitur yang tersedia di SMART TV. Hasil dari pengujian yang dilakukan tim selanjutnya didokumentasikan sehingga nantinya bisa dibuat sebagai panduan bagi bapak/ibu guru dalam mengajar dengan media SMART TV. Minimal yang harus dikuasai Bapak/Ibu guru adalah memproyeksikan layar dari smartphone atau notebook ke SMART TV, pemanfaatan aplikasi-aplikasi di smartphone sebagai media bahan ajar, serta model-model pengajaran dengan memanfaatkan media SMART TV.

Setelah menjajal perangkat tersebut, tepatnya usai jam KBM berakhir, beberapa guru yang ditugasi mengisi kuisioner Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) berkumpul di laboratorium komputer dipandu oleh Sujianto, S.Pd selaku Wakasek 1 dan didampingi Suyono, S.Pd yang bertugas sebagai operator sekolah. Selama pengisian kuisioner, bunda Yuni tidak bisa mendampingi kegiatan tersebut karena pada saat yang sama beliau menghadiri kegiatan rapat koordinasi MKKS di SMPN 1 Glagah – Lamongan, sehingga beliau hanya bisa memantau dan melakukan koordinasi secara jarak jauh.

Pengisian kuisioner yang dimulai sejak pukul 11.00 hingga pukul 14.30 belum bisa dituntaskan mengingat cuaca diluar kurang begitu mendukung dan bapak/ibu guru lantas bergegas mengakhirinya karena khawatir kehujanan dalam perjalanan pulang, sehingga rencana pengisian kuisioner PMP akan dilanjutkan pada hari Senin mendatang mengingat tanggal 28-31 oktober 2020 adalah cuti bersama yang mengikuti edaran dinas pendidikan kabupaten Lamongan dengan nomor surat 850/288/413.101/2020 tentang perubahan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020. (afh)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a Replay

About Me

SMP Negeri 1 Kedungpring merupakan sekolah yang bisa beradaptasi dengan cepat mengikuti perkembangan jaman. Banyak prestasi yang sudah ditorehkan mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.

Recent Posts

Profil Bahrun Amiq

Launching Sekolah Digital

Sign up for our Newsletter

masukkan alamat email untuk mendapatkan informasi terbaru dari kami.

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: